Jumat, 18 Januari 2008

Pemerintah Tetap Berupaya Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Dengan Kemampuan TerbatasPemerintah Tetap Berupaya Tingkatkan Kualitas Pendidikan FormalMagelang, DMC - Presiden RI, Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono, mengatakan, walaupun dengan kondisi kemampuan yang terbatas, pemerintah tetap berupaya untuk meningkatkan kualitas di sektor pendidikan formal. Langkah yang ditempuh oleh pemerintah, diantaranya dengan mengalokasikan anggaran yang lebih besar, meningkatkan mutu dan kesejahteraan guru, menambah fasilitas pendidikan yang lebih lengkap, serta menetapkan sistem evaluasi yang lebih baik, termasuk kerja sama dengan lembaga-lembaga di dalam maupun di luar negeri.“Intinya kita ingin pendidikan kita semakin berkualitas dan kita ingin hasil didik berkualitas, berdaya saing, dan siap untuk berkompetisi secara global diwaktu yang akan datang,” kata Presiden RI, Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono, dalam ceramah pembekalannya di depan para Siswa SMA Taruna Nusantara, Selasa pagi (6/12), di Balairung Pancasila, SMA Taruna Nusantara, Magelang, Jawa Tengah.

Mengenai beasiswa untuk siswa berprestasi, Presiden mengatakan bahwa dirinya akan meningkatkan beasiswa yang sudah ada, sehingga terbuka kesempatan yang lebih baik lagi bagi para siswa. Presiden juga berpesan secara khusus kepada jajaran menteri kabinetnya untuk melakukan kontrak MOU (Memorandum of Understanding) untuk memberikan sumbangan kepada masyarakat, dengan catatan perkuat wilayah-wilayah, seperti perhubungannya.

“Dengan demikian, kita punya putera-puteri unggul di wilayah itu,” ungkapnya. Lebih lanjut Presiden menandaskan bahwa kunci sukses bukan hanya dengan menghabiskan waktu untuk belajar dan membaca buku, melainkan bisa diwujudkan dengan membangun rasa kebersamaan dan kasih sayang. Karena menurutnya, bangsa yang maju adalah bangsa yang penuh dengan persatuan dan kasih sayang.Meskipun itu pokok, tetapi gunakan kesempatan untuk berorganisasi dan belajar memimpin dan dipimpin. “Gunakan pula untuk menggalang kebersamaan dan persahabatan,” ungkapnya..Dijelaskan pula oleh Presiden bahwa ciri-ciri bangsa Indonesia yang berhasil di masa mendatang, salah satunya adalah harus bermoral, berkarakter, berkreatif dan berinovatif, serta terus berupaya dan bekerja keras. “Budaya unggul inilah culture of excelent yang dimulai dari karakter, moral, semangat dan seterusnya,” tegas Presiden.Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Tengah, Mardiyanto, menuturkan, sejalan dengan program Pemerintah RI, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Tengah juga tetap memberikan perhatian yang besar terhadap pendidikan, mengingat pendidikan adalah cara dan proses mencerdaskan bangsa.

“Komitmen ini dituangkan dalam kebijakan pembangunan pendidikan yang diarahkan pada tiga hal, yaitu peningkatan sarana dan prasarana, peningkatan kualitas SDM, dan peningkatan manajemen,” tegasnya.Di samping program beasiswa, maka langkah yang akan diambil, menurut Gubernur adalah memperkuat program yang diberikan Depdiknas. “Nantinya akan dikembangkan Program Manajemen Berbagai Sekolah (MBS) untuk memberikan dampak positif bagi peningkatan kompetensi siswa. Untuk kali ini seluruh kabupaten atau kota telah menerapkan Program MBS di masing-masing sekolah,” jelas Gubernur.Mengingat strategisnya pendidikan sebagai investasi SDM di masa depan, jelas Gubernur lagi, maka perlu adanya dukungan dana yang cukup besar. Oleh karena itu, perlu sinergitas anggaran pendidikan dari semua pihak, baik dari APBN, APBD Provinsi, APBD Kabupaten, dan bantuan dari swasta maupun masyarakat. ”Untuk itu pula, pemerintah provinsi secara bertahap meningkatkan alokasi bantuan dana pendidikan,” ungkapnya.

Kunjungan Presiden RI beserta Ibu Hj. Ani Bambang Yudhoyono ke SMA Taruna Nusantara tersebut merupakan rangkaian kunjungan kerja Presiden selama dua hari ke lembaga pendidikan di Jawa Tengah, setelah mengunjungi SMP Muhammadiyah di Desa Mungkid Magelang. Turut hadir mendampingi Presiden antara Menko Polhukam, Widodo, AS, Menneg BUMN, Sugiharto, Mensesneg, Sudi Silalahi, Sekjen Dephan RI, Letjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin, Sekjen Deplu, Sudjatnan Parnohadiningrat, dan Gubernur Jawa Tengah, Mardiyanto.

Tidak ada komentar: