Jumat, 18 Januari 2008

Kondisi Kesehatan Mantan Presiden Suharto

Longsor dan Banjir di Jawa Tengah Akibatkan 88 Orang Tewas

Semarang - Bencana tanah longsor dan banjir yang melanda beberapa daerah di Jawa Tengah, hingga Rabu (26/12) pukul 21.00 WIB telah mengakibatkan 88 orang meninggal dunia dan ribuan rumah penduduk rusak berat dan ringan.
Dari jumlah itu 71 orang meninggal akibat tanah longsor di Kabupaten Karanganyar tersebar di beberapa lokasi, yaitu di Jatiyoso 10 orang, Dukuh Ledoksari, Tawangmangu 37 orang, Ngargoyoso dua orang, Kerjo lima orang, Jenawi tiga orang, Jumapolo delapan orang, Jaten satu orang, dan Karanganyar Kota dua orang.

Sampai kini baru lima korban yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, yaitu Jami (30), Azka (1), Sumardi (25), Putri (2), dan Sri Lestari (25). Lima jenazah ini sudah dimakamkan di pemakaman umum setempat.
Upaya evakuasi masih dilakukan petugas pemda setempat, polisi, dan TNI dengan dibantu masyarakat setempat, tetapi karena hari sudah malam dan lokasi bencana yang berada di daerah pegunungan, akan dilanjutkan hari Kamis (27/12).
Kemudian di Kabupaten Wonogiri, akibat bencana tanah longsor yang terjadi di Kecamatan Tirtomoyo dan Manyaran mengakibatkan 17 orang tewas. Dari jumlah itu, baru dua korban yang dievakuasi.

Bencana tanah longsor juga terjadi di Kabupaten Magelang yang mengakibatkan delapan rumah penduduk Desa Madyogondo, Desa Girirejo, dan Desa Pagergunung Kecamatan Ngablak mengalami rusak.
Sementara itu bencana banjir terjadi di Solo akibat meluapnya Sungai Bengawan Solo. Bencana ini mengakibatkan 26.720 jiwa (5.344 kepala keluarga) dari sembilan kelurahan di Solo mengungsi akibat rumahnya terendam air bah.
Sebanyak 5.344 KK yang kebanjiran itu sekarang mengungsi di posko-posko yang telah disediakan di kantor-kantor kelurahan atau tempat lainnya yang tidak kebanjiran.
Korban banjir sebanyak itu berasal dari daerah Sudiroprajan 173 KK, Jebres 318 KK, Pucanhgsawit 613 KK, Jagalan 812 KK, Gandekan 920 KK, Sangkrah 445 KK, Semanggi 953 KK, Joyosuran 195 KK, dan Joyontakan 1.650 KK.

Sementara itu banjir yang menggenangi ribuan hektare areal pertanian di Kabupaten Kudus, dan Kabupaten Grobogan Jawa Tengah ditaksir menyebabkan kerugian hingga Rp240 miliar.
Untuk membantu korban tanah longsor di Kabupaten Karanganyar, pemrov Jateng telah menyiapkan sebanyak 100 kantong mayat, tim medis, dan obat-obatan.
Selain itu, kata Plt. Kepala BIKK Jateng, Urip Sihabudin, telah dibuka tujuh dapur umum dengan perbekalan logistik beras, mi, dan bahan makanan lain yang jumlahnya mencukupi.
"Poliklinik desa (polindes) yang berada di kawasan bencana juga buka 24 jam. Kita juga menyiapkan 16 perahu karet di daerah rawan banjir. Bagi korban yang meninggal dunia, Pemprov Jateng memberikan santunan Rp2,5 juta/orang.

Presiden Minta Kita Bersikap Jujur

Presiden Minta Kita Bersikap Jujur
Presiden Susilo Bambang Yu- dhoyono pada Jumat 28 Desember 2007 sore mengunjungi Toko Buku Gramedia di Matraman, Jakarta, yang baru selesai perluasannya. Pada kesempatan itu diluncurkan buku kumpulan pidato dan pernyataan Presiden dalam bahasa Inggris. Judulnya Indonesia On The Move. Mungkin terjemahannya yang mendekati makna aslinya "Indonesia Bergerak Maju".

Yang dimaksud tentunya Indonesia Bergerak Maju di bawah kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, meskipun dia sebut juga rekan-rekan presiden terdahulu yang bertugas membenahi situasi serba kacau sejak 1998.
Pidato Presiden Yudhoyono pada Jumat sore itu patut kita minati, karena mengungkapkan psikologi intern RI-1 justru ketika dia mulai mendekati tahap akhir dari masa jabatannya. Menurut laporan harian Kompas, Presiden menyatakan, "dengan penilaian yang jujur, objektif dan terbuka, Indonesia yang terus bertransformasi hingga saat ini bergerak maju dari situasi serba krisis sejak tahun 1997".

Kata "jujur" agaknya merupakan kata kunci dalam sambutan yang disampaikan Presiden. Judul berita yang diturunkan koran pagi itu di halaman muka Jujur Saja, Indonesia Bergerak Maju".
Klaim kemajuan patut didukung oleh contoh konkret. Presiden menyebut bidang politik, ekonomi, sosial, pertahanan, dan posisi di dunia internasional sebagai acuan. "Di bidang ekonomi, pertumbuhan ekonomi terus naik mendekati 7 persen. Di bidang sosial tak ada lagi konflik". Demikianlah seterusnya, bidang demi bidang disebut dengan gambaran yang cukup menggembirakan.
Tampaknya, tujuan penting dari penerbitan kumpulan pidato Presiden dalam bahasa Inggris itu supaya "dunia internasional tahu dan tepat memahami Indonesia secara gamblang". "Indonesia kerap salah dimengerti oleh beberapa pihak dan dinilai sebagai negara yang paling susah dimengerti. Saya ingin memberikan gambaran yang sesungguhnya tentang Indonesia," demikian Presiden.

Agaknya Presiden dalam memasuki tahun keempat dari lima tahun jabatan kepresidenan mulai jemu menampung berbagai kritik tentang kepemimpinannya, yang dianggap tidak fair. Memang ada jenis kritik yang negatif melulu. Bagi si pengeritik, tidak ada yang baik atau cukup baik, semuanya jelek dan mengecewakan. Tapi, ada juga jenis kritik yang berusaha konstruktif. Catatan yang kritis diajukan untuk mendorong usaha perbaikan. Atau kritik dilontarkan supaya seorang pemimpin jangan merasa diri terlalu hebat dan kehilangan realisme.
Bung Hatta (Wakil Presiden Moh. Hatta) pernah menceritakan pengalamannya padai tahun 1950-an, ketika menjadi tamu Perdana Menteri India Jawaharlal Nehru di New Delhi dan menginap di kediaman resmi perdana menteri. Ia melihat di dinding menuju kamar tidur tuan rumah koleksi karikatur dari media pers yang kritis bahkan cenderung mengejek perdana menteri India. Bung Hatta tanya, apa gunanya kumpulan karikatur yang hanya menjengkelkan saja? Jawab Nehru sambil senyum: "Tiap malam sebelum tidur saya lewat koleksi karikatur ini. Saya diingatkan, ternyata saya tidak sehebat seperti saya sangka."
Penilaian jujur tentang kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono seyogyanya memanfaatkan 2004 sebagai garis awal. Ia adalah Presiden pertama dalam sejarah RI yang dipilih secara langsung dan berhasil meraih hampir 61 persen dari jumlah suara. Jumlah pemilih tercatat 114.257.054 warga dan yang memilih Yudhoyono 69.266.350 warga. Pasangan Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla menang di 28 provinsi dari 32 provinsi, khususnya semua provinsi di Pulau Jawa.

Mandatnya untuk memimpin dan mendorong maju Indonesia sungguh amat kuat. Ia berada dalam posisi membentuk kabinet kualitas kelas satu. Di depan para redaktur dan wartawan senior di suatu tempat di selatan Jakarta, pada awal Oktober 2004 sebelum dia dilantik, Yudhoyono dengan sikap pede memaparkan pokok-pokok kebijakannya dan struktur staf kepresidenan.
Apa yang kemudian terjadi? Ia terjebak dalam hitung-menghitung perimbangan kekuatan di Dewan Perwakilan Rakyat dan merasa harus melakukan kompromi di sana-sini karena partainya, Partai Demokrat, sedang-sedang saja. Terutama menerima argumentasi supaya tim ekonomi/keuangan dipegang oleh tokoh-tokoh Kadin dan swasta, meniru gaya PM Thaksin di Thailand. Apalagi mereka itu muncul dari Golkar, sehingga posisi pemerintah di DPR dapat diperkirakan aman.
Ternyata, kinerja kabinet dan tim ekonomi/keuangan tidak mencapai tingkat optimum. Pada Desember 2005 terpaksa disusun ulang kabinet: Menteri Koordinator Ekonomi dipilih yang baru dan Menteri Keuangan baru sebelumnya Ketua Bappenas. Apa artinya perkembangan awal ini? Waktu dan Kesempatan (istilah ekonomi opportunity costs) hilang percuma selama lebih satu tahun.

Ekonomi Indonesia mulai akhir 2004/awal 2005 seyogyanya mampu bergerak maju, andai kata sedari mulanya Presiden berdasarkan aset politik yang amat besar sebagai hasil pemilihan langsung, membentuk tim yang tepat. Dan DPR, bagaimana menghadapinya? DPR tidak berwenang menjatuhkan Presiden. Kalau suatu kebijakan atau program memang baik, Presiden memiliki banyak cara untuk menyakinkan para anggota DPR supaya menyetujuinya. Apalagi Wakil Presiden datang dari partai besar. Adalah tugasnya untuk menghimpun dukungan di DPR supaya program pemerintah dapat diterima.
Presiden Yudhoyono dalam pidatonya menyambut peluncuran bukunya Jumat sore itu ingin "agar dunia internasional tahu dan tepat memahami Indonesia secara gamblang". Ada dua aspek permasalahan yang tersimpul di sini. Kalau yang dimaksud adalah kalangan swasta internasional, supaya mereka sudi berinvestasi di Indonesia, maka secara jujur harus diungkapkan bahwa mereka paham benar tentang situasi kondisi di negara kita ini. Mereka tidak habis heran, Indonesia jelas memerlukan investasi dalam jumlah besar di bidang energi, pertambangan, infrastruktur, manufaktur, tapi kenapa para pejabatnya bersikap seakan-akan para investor adalah pengemis? Mereka tahu bahwa berunding dengan Pemerintah RI sama juga seperti berunding dengan beberapa pemerintahan. Karena lain ketentuan di Departemen A, lain pula di Departemen B dan lain sama sekali di Departemen C. Persoalan tambah kompleks kalau umpamanya seorang Direktur Jenderal di Departemen B tidak suka terhadap seorang Dirjen di Departemen A, yang juga menangani kasus investasi yang sama. Akibatnya, kasus itu tertunda lagi beberapa minggu.
Dan akibat lainnya? Arus investasi cenderung beralih ke Vietnam, umpamanya. Perusahaan elektronik AS "Intel" melakukan investasi sampai sekitar AS$ 1 miliar di Vietnam dengan mendirikan pabrik kepingan komputer di luar Kota Ho Chi Minh, karena semua urusan dapat diselesaikan dalam waktu 2 (dua) bulan. Tapi, Vietnam negara komunis kan, RI kita ini demokrasi toh....

Kalau yang dimaksud dengan memperkenalkan Indonesia di dunia internasional supaya berjuta-juta wisatawan berkunjung ke negara kepulauan yang indah ini, maka industri turisme tahu apa yang paling urgen dilakukan, yakni mengganti Menteri Negara Kebudayaan dan Pariwisata yang sekarang ini, yang kualitasnya kontra-produktif. Dan kalau mau jujur, Presiden agaknya sudah mengetahui bahwa orangnya memang salah pilih. Tapi, yang bersangkutan adalah tokoh Partai Demokrat, partainya Presiden. Dia tetap di posisinya meskipun dia menghambat kemajuan bidang pariwisata.
Ada kutipan dari pidato Presiden tersebut di atas yang dapat menimbulkan rasa resah. Dilaporkan bahwa Presiden mengucapkan: "Di bidang sosial, tak ada lagi konflik". Secara jujur patut dikemukakan bahwa justru di bidang sosial menumpuk gumpalan persoalan sebagai dampak dari kebijakan yang timpang dan rasa ketidakadilan yang meluas.
Kasus Lapindo di Jawa Timur sudah menjadi contoh klasik. Kalau masalahnya tidak diselesaikan secara tuntas, amat diragukan apakah Susilo Bambang Yudhoyono (yang justru berasal dari Jawa Timur) dalam pemilihan presiden 2009 dapat meraih provinsi ini, seperti halnya di tahun 2004.

Pertumbuhan ekonomi yang menurut Presiden mendekati 7 persen itu ternyata, menurut sementara pakar, mengandung persoalan sosial yang serius. Yakni, kesenjangan tingkat hidup beberapa tahun akhir-akhir ini cenderung melebar. Artinya, pola pembangunan ekonomi yang diterapkan tidak secara konsekuen mengemban sila "Keadilan Sosial".
Karena pertumbuhan ekonomi itu amat didorong oleh meningkatnya gaya konsumtif, maka daya serap untuk menampung tenaga kerja baru juga serba terbatas. Tingkat pengangguran yang tinggi adalah sumber konflik sosial.
Juga amat didambakan demi memelihara ketenteraman di bidang sosial adalah sikap pemerintah yang serba tegas dalam mempertahankan kerukunan antaragama dan menghormati kebebasan beribadah. Ketegangan sosial yang disebabkan oleh penyimpangan-penyimpangan terhadap prinsip ini menimbulkan konflik sosial yang sulit diredam.
Memang adalah sikap yang tidak jujur kalau beberapa kemajuan yang selama ini telah dicapai di sejumlah bidang tidak kita akui dan hargai.
Namun, juga merupakan sikap tidak jujur kalau tidak diakui, andaikata peluang politik yang pernah ada dan kesempatan ekonomi internasional yang tersedia dimaksimalkan sepenuhnya - maka tingkat sosial ekonomi Bangsa Indonesia sekarang ini akan lebih mantap ketimbang beberapa kemajuan tersebut yang agak dibanggakan.

Nama : Mhd Putra Atma Negara
Kelas : 5 C Manajemen Pagi

Pemerintah Tetap Berupaya Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Dengan Kemampuan TerbatasPemerintah Tetap Berupaya Tingkatkan Kualitas Pendidikan FormalMagelang, DMC - Presiden RI, Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono, mengatakan, walaupun dengan kondisi kemampuan yang terbatas, pemerintah tetap berupaya untuk meningkatkan kualitas di sektor pendidikan formal. Langkah yang ditempuh oleh pemerintah, diantaranya dengan mengalokasikan anggaran yang lebih besar, meningkatkan mutu dan kesejahteraan guru, menambah fasilitas pendidikan yang lebih lengkap, serta menetapkan sistem evaluasi yang lebih baik, termasuk kerja sama dengan lembaga-lembaga di dalam maupun di luar negeri.“Intinya kita ingin pendidikan kita semakin berkualitas dan kita ingin hasil didik berkualitas, berdaya saing, dan siap untuk berkompetisi secara global diwaktu yang akan datang,” kata Presiden RI, Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono, dalam ceramah pembekalannya di depan para Siswa SMA Taruna Nusantara, Selasa pagi (6/12), di Balairung Pancasila, SMA Taruna Nusantara, Magelang, Jawa Tengah.

Mengenai beasiswa untuk siswa berprestasi, Presiden mengatakan bahwa dirinya akan meningkatkan beasiswa yang sudah ada, sehingga terbuka kesempatan yang lebih baik lagi bagi para siswa. Presiden juga berpesan secara khusus kepada jajaran menteri kabinetnya untuk melakukan kontrak MOU (Memorandum of Understanding) untuk memberikan sumbangan kepada masyarakat, dengan catatan perkuat wilayah-wilayah, seperti perhubungannya.

“Dengan demikian, kita punya putera-puteri unggul di wilayah itu,” ungkapnya. Lebih lanjut Presiden menandaskan bahwa kunci sukses bukan hanya dengan menghabiskan waktu untuk belajar dan membaca buku, melainkan bisa diwujudkan dengan membangun rasa kebersamaan dan kasih sayang. Karena menurutnya, bangsa yang maju adalah bangsa yang penuh dengan persatuan dan kasih sayang.Meskipun itu pokok, tetapi gunakan kesempatan untuk berorganisasi dan belajar memimpin dan dipimpin. “Gunakan pula untuk menggalang kebersamaan dan persahabatan,” ungkapnya..Dijelaskan pula oleh Presiden bahwa ciri-ciri bangsa Indonesia yang berhasil di masa mendatang, salah satunya adalah harus bermoral, berkarakter, berkreatif dan berinovatif, serta terus berupaya dan bekerja keras. “Budaya unggul inilah culture of excelent yang dimulai dari karakter, moral, semangat dan seterusnya,” tegas Presiden.Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Tengah, Mardiyanto, menuturkan, sejalan dengan program Pemerintah RI, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Tengah juga tetap memberikan perhatian yang besar terhadap pendidikan, mengingat pendidikan adalah cara dan proses mencerdaskan bangsa.

“Komitmen ini dituangkan dalam kebijakan pembangunan pendidikan yang diarahkan pada tiga hal, yaitu peningkatan sarana dan prasarana, peningkatan kualitas SDM, dan peningkatan manajemen,” tegasnya.Di samping program beasiswa, maka langkah yang akan diambil, menurut Gubernur adalah memperkuat program yang diberikan Depdiknas. “Nantinya akan dikembangkan Program Manajemen Berbagai Sekolah (MBS) untuk memberikan dampak positif bagi peningkatan kompetensi siswa. Untuk kali ini seluruh kabupaten atau kota telah menerapkan Program MBS di masing-masing sekolah,” jelas Gubernur.Mengingat strategisnya pendidikan sebagai investasi SDM di masa depan, jelas Gubernur lagi, maka perlu adanya dukungan dana yang cukup besar. Oleh karena itu, perlu sinergitas anggaran pendidikan dari semua pihak, baik dari APBN, APBD Provinsi, APBD Kabupaten, dan bantuan dari swasta maupun masyarakat. ”Untuk itu pula, pemerintah provinsi secara bertahap meningkatkan alokasi bantuan dana pendidikan,” ungkapnya.

Kunjungan Presiden RI beserta Ibu Hj. Ani Bambang Yudhoyono ke SMA Taruna Nusantara tersebut merupakan rangkaian kunjungan kerja Presiden selama dua hari ke lembaga pendidikan di Jawa Tengah, setelah mengunjungi SMP Muhammadiyah di Desa Mungkid Magelang. Turut hadir mendampingi Presiden antara Menko Polhukam, Widodo, AS, Menneg BUMN, Sugiharto, Mensesneg, Sudi Silalahi, Sekjen Dephan RI, Letjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin, Sekjen Deplu, Sudjatnan Parnohadiningrat, dan Gubernur Jawa Tengah, Mardiyanto.

Kamis, 17 Januari 2008

Kisah

Berawal dari selesai/tamat SMA, saya dulu sekolah MAN sibolga. Setelah tamat sekolah saya bersemangat untuk melanjutkan kuliah. Sebenarnya saya tidak mau kuliah karena saya sudah putus asa karena tidak masuk ke perguruan tinggi negeri. Tapi orang tua saya mendorong atau memotivasi saya agar kuliah di umsu ini. Orang tua saya mengatakan perguruan tinggi negeri dan swasta itu sama saja yang penting dan yang menjadi kunci adalah: kita mau belajar serius. Apa benar yang dikatakan orang tua saya itu pak.................??? Mendengar perkataannya semangat saya untuk kuliah jadi bangkit lagi dan pada akhirnya saya masuk menjadi mahasiswa umsu yang sekarang ini saya sudah semester 5 dan bertemu sama bapak Azuar juliandi,SE untuk mengajarkan pada saya mata kuliah metode penelitian. Terima kasih saya ucapkan kepada bapak yang sudah banyak memberikan atau mengajarkan ilmu/pengetahuan kepada saya tentang mata kuliah yang bapak ajarkan, semoga bermanfaat pada saya dimasa yang akan datang nantinya, atau ditahun-tahun yang akan datang. Amin!

Kami sekeluarga yang kuliah hanya 3 orang, ayah saya, saya sendiri, dan adek kandung saya yang mengambil jurusan fkip di umsu ini juga dan sekarang sudah semester 3. Ayah saya alhamdulillah sudah lulus meja hijau tapi belum lagi wisuda karena faktor keuangan. Sebenarnya yang kemarin-kemarin ayah saya sudah mau wisuda tetapi karena saya dan adek saya butuh uang untuk bayar uang kuliah jadinya ayah saya tidak jadi wisuda.

Harapan saya: agar saya cepat selesai/tamat dari umsu ini, agar orang tua saya tidak pening-pening mencari uang lagi untuk kuliah saya ini dan dapat membahagiakan kedua orang tua saya. Yang saya pikirkan sekarang ini bagaimana agar saya cepat selesai/tamat dari umsu ini.

Sekali lagi saya ucapkan kepada bapak Azuar juliandi,SE terima kasih.

Penulis : Mhd Putra Atma Negara kls 5 C Man Pagi
Ditulis : Kamis, 17 januari 2008

Terima Kasih

Assalamualaikum.Wr.Wb.

Sebelumnya saya mengucapkan banyak terima kasih pada bapak Azuar juliandi,SE karena berkat bapak saya telah banyak mempelajari perkuliahan mata kuliah metode penelitian yang bapak ajarkan pada kelas 5 C Man Pagi terutama saya : Mhd Putra Atma Negara. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada bapak. Saya hanya mahasiswa umsu yang sama sekali tidak tau apa-apa, sebelum ke umsu ini saya hanya orang biasa artinya pengetahuan saya adalah nol besar. Terutama mata kuliah yang bapak ajarkan pada saya.

aneka ragam


saya sangat tersentuh dengan pemandangan bagi saya pemandangan merupakan anugerah terindah dari yang mahakuasa karna dapat memberikan inspirasi kepada kita semua.

kata pengantar

assalamualaikum.wr.wb

sebelum situs ini saya persembahkan kepada publik terlebih dahulu saya mengucapkan terimakasih yang setinggi-tinggi nya kepada bapak Azuarjuliandi,se yang telah memotivasi saya dalam menggunakan IT(informasi teknologi)sehingga saat ini saya merasa bukan termasuk kategori gaptek(gagap-teknologi).berkat dorongan dan motivasi tersebut saya menyusun situs ini demi mengasah kemampuan membedah dunia pendidikan.

penulis Muhammad Putra atmanegara 5 c Man pagi